Sambut Akhir Tahun, Ada yang Mengerikan dan Spekakuler di Hawai Waterpark dan Malang Night Paradise

Home / Wisata / Sambut Akhir Tahun, Ada yang Mengerikan dan Spekakuler di Hawai Waterpark dan Malang Night Paradise
Sambut Akhir Tahun, Ada yang Mengerikan dan Spekakuler di Hawai Waterpark dan Malang Night Paradise Temporary Exhibition yang disajikan manajemen Hawai Group, mengerikan tapi juga ada hal yang nantinya spektakuler. (FOTO:widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESMEDAN, MALANG – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2020, perwajahan 4 wahana di obyek wisata milik Hawai Group berubah. Pada periode, high season (16/12/2019 - 12/1/2020)  manajemen membagi menjadi dua tema, mengerikan di Hawai Waterpark dan Museum Ganesya dan spektakuler di Malang Night Paradise dan Malang Smart Arena.

Selain ada Roemah 147, sebuah wahana baru, rumah hantu akan hadir di Hawai Waterpark, juga ada penambahan wahana baru di Jetcoaster Slide yang khusus diperuntukkan anak-anak namanya Boomerang Slide.

Alkisah dari sepasang suami istri yang selama hidupnya mempercayakan seluruh hidupnya kepada kekuatan alam ghaib. Mereka berhasil mengumpulkan kekayaan melalui pengabdian para mahluk alam gaib. Saat ajal datang mereka meninggalkan para mahluk gaib di Hawai Waterpark.

Temporary-Exhibition-a.jpg

Begitu pengantar video tentang Roemah 147 yang disebarkan dengan cukup menarik, sedikit membuat bulu kuduk berdiri karena disertai ilustrasi deretan makam, suasananya malam hari, dengan diiringi suara detak keyboard saat merangkai kalimat itu.

Sementara di Museum Ganesya kini telah hadir dan bisa dinikmati adalah Doea Sisi, sebuah tema wahana baru tentang dunia mistis yang pernah dikenal dan melegenda di tengah masyarakat.

Owner Hawai Group, Yogi Kurniawan kepada TIMES Indonesia mengatakan, manajemen Hawai Group mencoba mereview kembali ingatan atau pengetahuan tentang legenda yang pernah hidup di tengah masyarakat melalui koleksi yang kini sudah luntur dilibas kemajuan teknologi.

Doea Sisi adalah sebuah suguhan Temporary Exhibition yang mengunggah koleksi banyak hal yang bisa untuk pembelajaran tentang alam mistis dan alam nyata yang pernah menjadi legenda  masyarakat Indonesia.

Temporary-Exhibition-b.jpg

Pengunjung bisa melihat koleksi jimat, ugo rampe (perlengkapan) santet atau tenung, bermacam fosil pesugihan, sikep, tolak bala sampai bermacam jenglot. Bahkan disitu Jenglot Blorong, yang diceritakan Jenglot Blorong itu belum menjelma menjadi ular.

Jenglot adalah sosok mistis yang berbentuk manusia yang memfosil ratusan hingga ribuan tahun. Secara medis, jenglot didefinisikan bayi yang digugurksn dan dibuang oleh orang tuanya,  kemudian jasad bayi ditemukan oleh oknum dan dibuat mistis dengan diberi rambut dan kuku yang panjang.

Ada pula jelangkung, dalam berbagai bentuk patung kayu yang konon pernah dijadikan media untuk mendatangkan arwah orang yang sudah mati ratusan tahun lamanya sekalipun.

"Di sinipun kami mencoba mengenalkan kepada khalayak tentang Doea Sisi, sisi kehidupan nyata dan sisi mistis. Sekali lagi kami mencoba mereview pengetahuan tentang legenda yang pernah hidup di tengah khalayak, masyarakat kita," kata Yogi.

"Ada pula Mini Zoo di Museum Ganesya serta Ramalan Tarot. Sementara MNP akan menyajikan Buble Tunel. Sedangkan MSA akan menambah Frozen Word, " tambah Operational Manajer Museum Ganesya, Budi.

Yogi juga menggagas menggelar event spektakuler, Kembang Api siang menyongsong Natal dan Tahun Baru 2020. Pesata kembang api akan melengkapi perwajahan 4 wahana di obyek wisata milik Hawai Group yang berubah menjadi dua tema, mengerikan di Hawai Waterpark dan Museum Ganesya dan spektakuler di Malang Night Paradise (MNP) dan Malang Smart Arena (MSA). (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com