Keroncong Woekir Siapkan Penampilan Spesial di Festival Kemul Sarung Gunungsari

Home / Wisata / Keroncong Woekir Siapkan Penampilan Spesial di Festival Kemul Sarung Gunungsari
Keroncong Woekir Siapkan Penampilan Spesial di Festival Kemul Sarung Gunungsari Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko M.Si akan menghadiri Festival Kemul Sarung Gunungsari. (FOTO: Istimewa/TIMES Indonesia) 

TIMESMEDAN, BATU – Penampilan spesial disiapkan Keroncong Woekir untuk dipersembahkan kepada penonton Festival Kemul Sarung Gunungsari, di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (18/8/2019) pukul 19.00 nanti malam. 

Grup musik Keroncong dari Kelurahan Temas, Kota Batu ini menyiapkan aransemen khusus untuk menghibur penonton. Lagu-lagu masa kini akan dipadu dengan lagu-lagu perjuangan. 

Manajer Keroncong Woekir, Agustin Mayangsari mengatakan selain menghibur penonton, memang ada keinginan yang ingin disampaikan dalam penampilan tersebut. 

"Kemasannya memang kita buat beda, tidak begitu jadul, kita kemas kekinian karena penonton ya nanti banyak anak-anak muda," ujar perempuan yang akrab dipanggil Titin ini. 

Beberapa lagu yang nanti ditampilkan adalah mulai dari lagu berjudul Gebyar-Gebyar, Fix You, Layang Kangen hingga Banyu Langit. 

Lewat penampilan ini, tentu permainan Zulkarnain di Cakalele, Yusak juga memainkan Cukulele, Evan dimainkan oleh Bass ,Rio Biola, Rudy Hartono pada Flute, Fajar B pada Cello,Toriq pada Melodi dan Aulia pada Keyboard.

"Nanti Vocalis kita Dimas dan Jenita tidak hanya menyanyikan lagu merdunya untuk penonton tapi kita juga akan menampilkan musikalisasi puisi dengan menggunakan Keroncong," ujarnya. 

Jangan lupa bawa sarungmu saat datang ke Festival Kemul Sarung di Lapangan Brumbung, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur yang dilaksanakan Sabtu - Minggu (17-18/8/2019) untuk memperingati HUT RI ke 74.

Ya, setiap pengunjung yang datang ke Festival ini wajib membawa sarung. Cara ini dipilih warga Desa Gunungsari untuk memeriahkan HUT RI ke 74 sekaligus mengangkat kembali tradisi warga yang sudah tenggelam ditelan jaman. 

Dahulu, warga Desa Gunungsari selalu menggunakan sarung untuk beraktivitas, meskipun mereka sudah menggunakan celana, sarung tetap digunakan, karena digunakan untuk selimut. 

"Kemulan sarung itu ada filosofinya, menjaga apa yang ada di dalamnya, tubuh dikemuli, artinya menjaga tubuh supaya tetap hangat. Sama seperti upaya kita menjaga segala potensi yang ada di Desa Gunungsari dan kebersamaan warga masyarakatnya," ujar Ketua Panitia, Septian Adi Kurniawan. 

Penampilan spesial disiapkan Keroncong Woekir untuk dipersembahkan kepada penonton Festival Kemul Sarung Gunungsari, Minggu (18/8/2019) pukul 19.00 nanti malam. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com